SEARCH

Jumat, 29 Maret 2013

DEDUKTIF


Deduktif


Pengertian Deduktif dari berbagai sumber
1.      Menurut Wikipedia, metode deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.
2.    Menurut Gorys Keraf dalam buku “Argumentasi dan Narasi”, suatu proses berpikir (penalaran yang bertolak dari sesuatu proposisi yang sudah ada, menuju kepada suatu proposisi baru yang berbentuk kesimpulan. 

Silogisme Kategorial
Adalah suatu bentuk penalaran yang mengubungkan dua proposisi (pernyataan) yang berlainan untuk menurunkan suatu kesimpulan atau inferensi yang merupakan proposisi yang ketiga. Dibatasi sebagai suatu argumen deduktif yang mengandung sutu rangkaian yang terdiri dari tiga proposisi kategorial.

Contoh : 
1.            Semua butuh adalah manusia pekerja.
2.            semua tukan batu adalah buruh.
3.            Jadi, semua tukang batu adalah pekerja.
Dalam rangkaian silogisme kategorial, hanya terdapat tiga term dan setiap term muncul dalam dua proposisi.


Silogisme Hipotesis
Adalah semacam pola penalaran deduktif  yang mengandung hipotesis. Dinamakan   demikian karena dalam proposisi ini memiliki premis mayor dan premis minor. Premis mayor mngandung pernyataan yang bersifat hipotesis. 

Contoh:

Premis mayor : Jika turun hujan, maka panen akan gagal.
Premis minor: Hujan tidak turun.
Konklusi : Sebab itu panen akan gagal.

Dalam kenyataannya, jika kita menglami persoalan tersebut, maka kita dalam menggnakan pola penalaran di atas. 


Silogisme Alternatif

Adalah proposisi mayornya merupakan sebuah proposisiyang mengandung kemungkinan-kemungkinan atau pilihan-pilihan. Sebaliknya, proposisi minornya adalah proposisi kategorial yang menerima atau menolak salah satu alternatifnya, 

Contoh: 

Premis Mayor : Ayah ada di kantor atau di rumah.
Pemis Minor : Ayah ada di kantor. 
Konklusi : Sebab itu, Ayah tidak ada di rumah.

Entimem

Adalah 'simpanan atau ingatan' dalam bahasa Yunani. Dalam tulisan-tulisan bentuk inilah dipergunakan, dan bukan bentuk yang formal seperti silogisme. 

Contoh:
Premis mayor  : Siapa saja yang dipilih mengikuti pertandingan Thomas Cup adalah Seorang pemain kawakan.
Premis minor  : Rudy Hartono terpilih untuk mengikuti pertandingan Thomas Cup.
Konklusi          : Sebab itu Rudy Hartono adalah seorang pemain (bulu tangkis) kawakan.

Referensi :
- Wikipedia (http://id.wikipedia.org/wiki/Penalaran)
- Narasi dan Argumentasi, Gorys Keraf  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar