SEARCH

Jumat, 29 Maret 2013

PENALARAN


PENALARAN

  •  Pengertian penalaran dari berbagai macam sumber
1.   Berdasarkan Wikipedia
Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empiric) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian.
2.   Berdasarkan Buku Gorys Keraf “Argumentasi dan Narasi”
Penalaran (proposisi, reasoning, jalan pikiran) adalah suatu proses berpikir yang berusaha menghubung-hubungkan fakta-fakta atau evidensi-evidensi yang diketahui menuju suatu kesimpulan.

  • Proposisi
Penalaran bukan saja dengan mempergunakan fakta-fakta yang telah dirumuskan dalam kalimat-kalimat yang berbentuk pendapat dan kesimpulan. Kalimat-kalimat semacam ini, dalam hubungannya dengan proses berpikir disebut dengan proposisi. Batas dari proposisi adalah sebuah pernyataan yang dapat dibuktikan kebenarannya atau dapat ditolak karena kesalahan yang tetrdapat di dalamnya.

  • Inferensi dan Implikasi
Untuk membuktikan kebenaran yang terkandung dalam sebuah kesimpulan, harus diuji fakta-fakta yang dijadikan landasan untuk menyusun kesimpulan itu. Kata inferensi berasal dari kata Latininferred yang berarti menarik kesimpulan. Kata implikasi juga berasal dari bahasa Latin, yang berarti melibat atau merangkum. Kata inferensi aadalah kesimpulan yang diturunkan dari apa yang ada atau dari fakta-fakta yang ada. Sedangkan implikasi adalah rangkuman, yaitu sesuatu yang dianggap karena sudah dirangkum dalam fakta atau efidensi itu sendiri.

  • Wujud Evidensi
Evidensi adalah semua fakta yang ada, semua kesaksian, semua informasi, atau autoritas dan sebagainya yang dihubung-hubungkan untuk membukikan suatu kebenaran fakta dalam kedudukan sebagai evidensi tidak boleh dicampur adukkan dengan apa yang dikenal sebagai pernyataan dan penegasan.

Wujud paling rendah dari evidensi adalah data atau informasi. Data atau informasi adalah bahan keterangan ang diperoleh dari suatu sumber tertentu. Setiap penulis atau pembicara harus mengadakan pengujian atas data dan informasi tersebut, apakah berdasarkan fakta. Fakta adalah sesuatu yang sungguh terjadi atau yang ada secara nyata.
  •  Cara Menguji Data
      -      Observasi :  fakta-fakta yang telah diajukan sebagai evidensi mngkin belum memuaskan seorang penulis. Maka untuk lebih meyakinkan dirinya sendiri maka terkadang pengarang merasa perlu utnuk mengadakan peninjauan atau observasi singkat untuk mngecek data atau informasi dan sesungguhnya dalam banyak hal pernyataan yang diberikan seseorang biasanya didasarkan pula atas observasi yang diadakan.

     -    Kesaksian: selain observasi, penulis juga melakukan pengujia dan meminta kesaksian atau keterangan dari oran lain, yang telah mengalami sendiri atau menyelidiki sendiri persoalan itu.

       -         Autoritas: meminta pendapat dari seorang ahli atau mereka yang telah menyelidiki fakta-fakta itu dengan cermat, memperhatikan semua kesaksian,, menilai semua fakta kemudian memberikn pendapat mereka sesuai dengan keahlian mereka dalam bidang itu. 

  • Cara Menguji Fakta
      -       Konsitensi: sebuah arumentasi akan kuat dan mempunyai tenaga persuasive yang tinggi kalau evidensi-evidensinya bersifat konsisten, tidak ada yang saling bertentangan atau melemahkan evidensi lainnya. 
      -         Koherensi: semua fakta yang akan dipergunakan sebagai evidensi harus pula koheren dengan pengalaman manusia atau sesuai dengan pandangan atau sikap yang berlaku.

  • Cara Menilai Autoritas
                          - Tidak mengandung prasangka.
                          - Pengalaman dan Pendidikan Autoritas.
                          - Kemashuran atau Prestige.
                          - Koherensi dengan kemajuan.

r Referensi: 
   - Wikipedia (http://id.wikipedia.org/wiki/Penalaran)
   - Narasi dan Rgumentasi, Gorys Keraf

DEDUKTIF


Deduktif


Pengertian Deduktif dari berbagai sumber
1.      Menurut Wikipedia, metode deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.
2.    Menurut Gorys Keraf dalam buku “Argumentasi dan Narasi”, suatu proses berpikir (penalaran yang bertolak dari sesuatu proposisi yang sudah ada, menuju kepada suatu proposisi baru yang berbentuk kesimpulan. 

Silogisme Kategorial
Adalah suatu bentuk penalaran yang mengubungkan dua proposisi (pernyataan) yang berlainan untuk menurunkan suatu kesimpulan atau inferensi yang merupakan proposisi yang ketiga. Dibatasi sebagai suatu argumen deduktif yang mengandung sutu rangkaian yang terdiri dari tiga proposisi kategorial.

Contoh : 
1.            Semua butuh adalah manusia pekerja.
2.            semua tukan batu adalah buruh.
3.            Jadi, semua tukang batu adalah pekerja.
Dalam rangkaian silogisme kategorial, hanya terdapat tiga term dan setiap term muncul dalam dua proposisi.


Silogisme Hipotesis
Adalah semacam pola penalaran deduktif  yang mengandung hipotesis. Dinamakan   demikian karena dalam proposisi ini memiliki premis mayor dan premis minor. Premis mayor mngandung pernyataan yang bersifat hipotesis. 

Contoh:

Premis mayor : Jika turun hujan, maka panen akan gagal.
Premis minor: Hujan tidak turun.
Konklusi : Sebab itu panen akan gagal.

Dalam kenyataannya, jika kita menglami persoalan tersebut, maka kita dalam menggnakan pola penalaran di atas. 


Silogisme Alternatif

Adalah proposisi mayornya merupakan sebuah proposisiyang mengandung kemungkinan-kemungkinan atau pilihan-pilihan. Sebaliknya, proposisi minornya adalah proposisi kategorial yang menerima atau menolak salah satu alternatifnya, 

Contoh: 

Premis Mayor : Ayah ada di kantor atau di rumah.
Pemis Minor : Ayah ada di kantor. 
Konklusi : Sebab itu, Ayah tidak ada di rumah.

Entimem

Adalah 'simpanan atau ingatan' dalam bahasa Yunani. Dalam tulisan-tulisan bentuk inilah dipergunakan, dan bukan bentuk yang formal seperti silogisme. 

Contoh:
Premis mayor  : Siapa saja yang dipilih mengikuti pertandingan Thomas Cup adalah Seorang pemain kawakan.
Premis minor  : Rudy Hartono terpilih untuk mengikuti pertandingan Thomas Cup.
Konklusi          : Sebab itu Rudy Hartono adalah seorang pemain (bulu tangkis) kawakan.

Referensi :
- Wikipedia (http://id.wikipedia.org/wiki/Penalaran)
- Narasi dan Argumentasi, Gorys Keraf  

INDUKTIF


Induktif
Adalah suatu proses berpikir yang bertolak dari satu atau sejumlah fenomena individual untuk menolak suatu kesimpulan (inferensi).

Generalisasi 
adalah suatu proses penalaran yang bertolak dari sejumlah fenomena individual untuk menurunkan suatu inferensi yang bersifat umum yang mencakup semua fenomena tadi.Generalisasi dibagi menjadi dua yaitu loncatan induktif dan bukan loncatan induktif.

Contoh:
Bila seseorang berkata bahwa mobil adalah sebuah kendaraan pengangkut, maka pengetian mobil dan kendaraan pengangkut adalah hasil generalisasi.

Hipotesis dan teori
adalah semacam teori atau kesimpulan yang diterima sementara waktu untuk menerangkan fakta-fakta tertentu sebagai penuntun dalam meneliti fakta-fakta lain lebih lanjut. Dan teori adalah azas-azas yang umum dan abstrak yang diterima secara ilmiah dan sekurang-kurangnya dapat dipercaya untuk menerangkan fenomena-fenomena yang ada.

Analogi
adalah suatu proses penalaran yang bertolak dari dua peristiwa khusus yang mirip satu sama lain, kemudian menyimpulkan bahwa apa yang berlaku untuk suatu hal akan berlaku pula untuk hal yang lain.

Contoh :

Kita banyak tertarik dengan planet Mars, karena banyak persamaannya dengan bumi kita. Mars dan Bumi menjadi anggota tata surya yang sama. Mars mempunyai atsmosfir seperti Bumi. Temperaturnya hampir sama dengan Bumi. Unsur air dan oksigennya juga ada. Caranya mengelilingi matahari menyebabkan pula timbulanya musim seperti di Bumi. Jika di Bumi ada makhluk. Tidaklah mungkin ada mahluk hidup di planet Mars.

Hubungan Kausal 
adalah hubungan antara sebab dan akibat (hubungan kausal) didalam dunia modern ini, kadang-kadang tidak mudah diketahui. Tetapi itu tidak berarti bahwa apa yang dicatat sebagai suatu akibat tidak mempunyai sebab sama sekali. Pada umumnya hubungan kausal ini dapat berlangsung dalam tiga pola berikut : sebab ke akibat, akibat ke sebab, dan akibat ke akibat.

Contoh : kata dewa-dewi, putra-putri, dan sebagainya.

Referensi:
Wikipedia (http://id.wikipedia.org/wiki/Penalaran)
Argumentasi dan Narasi, Gorys Keraf.